Berubah atau Punah di Tengah Pandemi Covid-19

Berubah atau Punah di Tengah Pandemi Covid-19

Dampak yang dihasilkan oleh adanya pandemic Covid-19 turut disarakan oleh seluruh sektor dalam kehidupan masyarakat dunia, terutama sektor ekonomi yang pertumbuhannya tidak stabil dan hampir seluruh Negara di dunia mengalaminya. Dalam laporan World Economic Outlook tahun 2020 memproyeksikan perekonomian dunia tumbuh Minus. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani bahkan telah memperkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia mengalami Zero Growth.

Kondisi ini tentunya berdampak pada perusahaan yang menjadi sumber penghasilan sebagian besar masyarakat Indonesia. Buktinya, banyak perusahaan yang mengalami kerugian besar sehingga dengan terpaksa harus memberhentikan karyawan dan akhirnya tingkat pengangguran di Indonesia semakin meningkat dan tidak dapat tertangani.

Pada dasarnya tidak semua perusahaan mengalami kemunduran. Setidaknya terdapat dua kondisi yang dialami oleh perusahaan yaitu, fase kemunduran seperti ritel, pariwisata, dan tempat hiburan umum. Ada pula perusahaan yang mengalami kemajuan seperti obat-obatan, e commerce, dantelekomunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa pandemic ini tidak selamanya berdampak buruk, masih ada sebagian yang diuntungkan.

alam menghadapi situasi krisis seperti saat ini tentu semua pelaku brand perlu untuk memikirkan strategi agar bisa bertahan selama pandemi berlansung bahkan setelahnya. Penting untuk menyiapkan strategi jangka pendek, jangka panjang juga harus disiapkan. Di situasi seperti inilah, perusahaan membuat strategi untuk memperkuat brand. Hal yang diperlukan diantaranya treatment, persiapan, dan realisasi.

Treatment atau servicing menekankan pada consumer management dan product management. Berbicara mengenai consumer management, erat kaitannya dengan consumer anxiety and desire. Dimana, perusahaan perlu untuk mencari dan mengetahui apa yang menjadi anxiety dan desire pelanggannya. Hal ini bukan berati perusahaan harus memasarkan brand yang dapat meningkatkan kecemasan, melainkan menunjukkan kepedulian dan memberikan distraksi yang positif pada konsumen.

Sedangkan untuk manajemen produk, hal yang dapat diaplikasikan oleh perusahaan agar brand tetap survive adalah dengan memperhatikan harga dan promosi. Perusahaan tidak harus selalu membandrol produk dengan harga murah, namun juga bisa menggunakan subsidi atau harga promo untuk menarik konsumen. Ada pula promosi yang dapat dilakukan dengan tetap menjaga komunikasi dengan pelanggan melalui konten yang edukatif juga berusaha untuk mengerti kecemasan pelanggan. Berikan informasi bahwa brand yang dipasarkan aman, serta dapat memberikan jaminan rasa aman agar tidak menjadi blunder atau kesalahan akibat memanafaatkan situasi akibat menyebarkan rumor.

Persaingan yang semakin ketat diantara brand pesaing, adanya kesenjangan antara perusahaan yang diuntungkan dan yang dirugikan disaat pandemi, menjadi permasalahan yang mebuat para pelaku brand harus cepat dan tepat untuk mengubah strategi pemasarannya agar dapat tetap bertahan bahkan bisa berkembang. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu mulai fokus ke pemasaran digital melalui website yang menjadi e commerce, sosial media, search engine, dan penjualan melalui marketplace. Sebernarnya cara tersebut sudah ada jauh-jauh hari sebelum adanya pandemi, namun banyak cara untuk lebih berinovasi melalui konten pemasaran digital untuk memperkuat eksistensi brand pada masa krisis.

Dalam fase sekarang brand sedang ada di fase bertahan hidup dan mencari titik keseimbangan agar tidak goyah oleh kondisi yang tidak stabil. Perusahaan dipaksa untuk melakukan inovasi untuk bertahan hidup, salah satu contohnya adalah dengan berinovasi melalui konten digital. Perusahaan flatform digital di Indonesia yaitu Vidio,com dan Resso yang berkolaborasi menggelar konser virutual sekaligus menggalang dana. Dalam industri hiburan, konser yang diususng secara virtual ini akan menjadi new normal pasca wabah pandemi Covid19. Selain mendongkrak penjualan, konser secara virtual ini juga meningkatkan loyalitas dan pengguna merchants. Dari sini kita belajar, bahwa dampak yang dibawa oleh pandemi tidak menjadikan sebuah halangan bagi industri hiburan dalam menjalankan fungsinya, justru dengan inovasi baru yang ada, perusahaan mampu menghasilkan pemasukan dan tetap survive di masa pandemi.

Ilustrasi Virtual Konser

Perusahaan ritel menjadi salah satu yang terdampak dan mengalami penurunan. Namun, dengan melakukan inovasi untuk bertahan hidup, tentu hal tersebut dapat dihindari. Caranya dengaan beralih menggunakan kecerdasan buatan atau AI dalam kegiaan transaksinya. Inovasi terbaru sekaligus menjamin keamanan ini telah diterapkan oleh perusahaan ritel Belanda, dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk membatasi pengunjung, dan cashierless counter guna mengurangi interaksi langsung dengan pelanggan. Cara yang dilakukan oleh perusahaan ritel tersebut dapat ditiru oleh perusahaan ritel Indonesia agar pendapatan instorenya tetap terjaga.

Ilustrasi Social Distancing

Tak jauh berbeda dengan perusahaan ritel, sektor pariwisata juga menjadi salah satu yang paling terpukul karena adanya pandemi ini. Bagaimana tidak, yang tadinya sektor pariwisata turut menyumbang pendapatan Negara, kini sektor pariwisata harus menerima kenyataan pahit bahkan harus memotong jumlah karyawan yang dipekerjakan. Namun, dengan strategi yang tepat, nampaknya sektor pariwisata dapat tetap bertahan selama pandemi. Meskipun tidak seperti biasanya, namun setidaknya strategi ini mampu membuat sektor pariwisata tetap eksis di tengah pandemi karena ketika mengalami kenormalan baru, hal ini akan menjadi mainstream. Caranya adalah dengan memberlakukan fasilitas Virtual Tourism atau wisata daring. Salah satu Negara yang dapat dicontoh adalah Vietnam yang merunculkan fitur degrees heritage site untuk melihat situs bersejarah Vietnam. Melalui layanan virtual, keindahan tempat wisata yang diisolasi dapat tetap dinikmati dengan landscape camera viewing dan voice guide.

Ilustrasi Virtual Tourism

Itulah beberapa strategi dan inovasi yang dapat diimplementasikan oleh brand lokal di Indonesia untuk bertahan di tengah pandemi. Kuncinya jangan berhenti untuk berinovasi dan berkaca dari Negara dan perusahaan yang telah suskses mengimplementasikan strategi di tengah pandemi. Mempersiapkan ide dan budget adalah dasar yang bisa dilakukan dari sekarang untuk untuk membuat gebrakan yang bisa dicontoh oleh brand lainnya kelak. Tidak hanya berinovasi internal namun juga harus bermanfaat untuk kalangan luas. Adapt or die? Tidak bisa menyesuaikan, maka tidak ada yang bisa bertahan atau punah. ***

Arnesa Aynun Najmi
[email protected]